Seputar Doa Makan Sahur Menurut Mazhab Imam Syafi’i, Sudah Tahu?

Seputar-Doa-Makan-Sahur-Menurut-Mazhab-Imam-Syafi'i-Sudah-Tahu

Dipertemukan kembali dengan Ramadan dengan puasa yang penuh berkah setiap saatnya merupakan rezeki, Anda sudah tau doa makan sahur? Supaya makin berkah, yuk, tambah pengetahuan tentang doa sebelum melaksanakan ibadah puasa!

1. Waktu untuk Membaca Doa

Selain mengetahui bacaan doanya, Anda perlu tahu kapan waktu untuk melisankan doa atau niat tersebut. Untuk diketahui, dalam Mazhab Imam Syafi’i Rahimahullah, niat puasa harus dilakukan setiap kali akan berpuasa.

2. Keafdholan Doa

Namun, untuk waktu membaca doanya, bisa dilakukan mulai dari magrib hingga sebelum fajar tiba. Jadi, seseorang dapat berniat puasa kembali setelah berbuka dengan menanamkan dalam hati atau sekaligus melafalkannya.

Contohnya, seseorang melafalkan kalimat ‘Aku niat puasa besok untuk menunaikan kewajibanku di bulan Ramadan’ setelah berbuka setiap harinya. Sengaja melakukan itu agar jika lupa, sudah diniatkan sebelumnya.

Hukum membaca doa pada waktu tersebut dianggap sah dan memenuhi rukun puasa. Meskipun pada malamnya seseorang melakukan sesuatu yang membatalkan, puasanya tetap sah sebab ketentuan puasa hanya dilakukan pada siang hari.

3. Batas Waktu Membaca Doa

Sebagaimana disinggung sebelumnya, batas waktu berniat adalah sebelum terbitnya fajar. Yaitu, beberapa menit sebelum waktu Salat Subuh tiba atau sering disebut dengan saat imsak.

4. Hukum Membaca Doa

Dalam Mazhab Imam Syafi’i, hukum melafalkan niat puasa adalah sunnah, akan tetapi untuk niat puasanya adalah wajib sehingga puasa tanpa niat tidaklah sah. Seperti diketahui, إنما الأعمال بالنيات, sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada apa yang diniatkan.

5. Adab Membaca Doa

Sebagaimana pada kegiatan baik lainnya, penting bagi umat Muslim untuk memulainya dengan bacaan basmalah, Bismillahirrahmanirrahim. Sebab tanpa bismillah, pahala yang didapatkan serupa diberi domba hidup tanpa kepala. Pastinya hal ini akan sangat menyenangkan untuk setiap orang bukan?

Demikianlah informasi seputar doa makan sahur Mazhab Imam Syafi’i. Bila terdapat kesalahan, sesungguhnya itu adalah sifat manusia yang semestinya dimaafkan, semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.