Ultimate magazine theme for WordPress.

Mengapa Harus di Rumah Saja untuk Lawan Virus Korona? Inilah Penjelasannya!

0

Mewabahnya Virus Korona di dunia termasuk di Indonesia menjadikan pemerintah menerapkan larangan berkumpul atau berkerumun untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Hal ini populer dengan istilah sosial distancing atau menjaga jarak dan tidak bergerombol dengan tujuan menghindari penularan virus dari orang yang positif Covid19 ke orang sehat lainnya. Selain sosial distancing, pemerintah juga telah meliburkan sekolah, universitas hingga industri dan perkantoran dengan himbauan DI Rumah Saja untuk memutus mata rantai penularan. Lalu apakah efektif sosial distancing dan work from home yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi corona ini?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, maka diperlukan pemahaman terlebih dahulu mengenai virus corona. Virus ini pertama kali merebak di kota Wuhan China yang hingga kini penyebabnya sendiri masih menjadi misteri. Dalam waktu tiga bulan, Covid19 telah merenggut nyawa hingga 3 ribu orang lebih di China dengan menginfeksi 33 ribu orang di provinsi tersebut. China sendiri kemudian menerapkan sistem lockdown dimana orang yang berada di provinsi Hubei tidak boleh keluar dan tak boleh ada yang masuk ke dalam kecuali tenaga medis dan keamanan. Dari Desember hingga awal Maret, China telah berperang hingga sekarang ini kasus covid19 di China sudah hampir tidak ada. Namun kemudian, virus tersebut kembali merebak ke negara lainnya khususnya di Eropa dan Amerika karena cara penularannya yang sangat mudah.

Sama seperti virus lainnya, Covid19 dapat ditularkan melalui droplet orang yang positif covid19 saat ia batuk atau bersin. Droplet tersebut dapat menempel pada permukaan benda mati dan hidup di sana hingga berjam-jam lamanya sebelum terhirup kembali oleh orang sehat. Virus corona dapat menempel dan berpindah tempat dengan sangat mudah sehingga penularannya sangat cepat. Satu orang saja yang terinfeksi bisa menularkan ke ratusan orang setiap harinya jika orang tersebut tidak diisolasi. Parahnya, seseorang yang positif covid19 belum tentu menunjukkan gejala sakit sehingga ia bisa beraktivitas dengan normal dan bepergian kemana saja tanpa mengetahui ia bisa menularkan penyakit tersebut. Tak heran jika kini di Indonesia saja, sudah 32 provinsi yang memiliki kasus positif Covid19 dalam jangka waktu dari kasus pertama yang belum ada 1 bulan.

Dari ilustrasi tersebut, penerapan sosial distancing dan kampanye di rumah saja, merupakan cara yang tepat untuk memutus rantai penularan. Jika Anda di rumah saja, maka Anda tidak akan bertemu dengan orang yang bisa jadi merupakan carrier Covid19 sehingga Anda tidak tertular. Covid19 yang menginfeksi seseorang bisa mati dengan sendirinya setelah masa 14 hari jika tubuh penderita kuat melalui masa tersebut. Diharapkan dengan tidak adanya orang sehat yang ditulari dengan adanya sosial distancing, virus tersebut akan mati dengan sendirinya di tubuh mereka yang positif namun tanpa gejala. Sedangkan tenaga medis memiliki peranan menyembuhkan mereka yang positif dengan gejala penyakit khususnya pneumonia.

Selain sosial distancing dengan di rumah saja, Anda juga perlu menjaga kebersihan rumah dengan cairan desinfektan khususnya jika ada anggota keluarga yang harus keluar rumah untuk bekerja. Segera cuci tangan, mandi dan ganti baju dengan yang baru sebelum Anda bertemu dengan keluarga sepulangnya dari luar rumah. dengan menerapkan pola hidup higienis, diharapkan virus korona bisa mati dengan cairan desinfektan sebelum mengkontaminasi rumah dan manusia di dalamnya. Jaga kekebalan tubuh agar bisa melawan virus berbahaya ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.