Inilah Penyebab Anda Tidak Mengganti Bantal Tidur

  • Whatsapp

Wajah jerawatan memang mengganggu penampilan. Kalau tak berharap makin parah kondisinya, sebaiknya Anda sepatutnya mengganti bantal tidur Anda tiap enam bulan sekali.

Beberapa orang biasanya cuma rutin mengganti sarung bantal guling dan seprai kasur saja. Sedangkan, bantal juga perlu diganti, loh! Sama seperti sepatu olahraga, bantal tidur yang Anda pakai tiap hari juga punya masa kedaluwarsa. Namun sayangnya, tidak banyak orang yang tahu soal ini dan jadi mengaplikasikan bantal lebih lama dari yang patut.

Read More

Mengapa wajib ganti bantal tidur lama dengan yang baru?

Tahukah Anda seandainya bantal tidur yang Anda pakai tiap hari juga ialah sarang dari kuman dan hewan-hewan kecil lainnya?

Ya, walaupun terdengar seperti mimpi buruk, kongkretnya ini amat mungkin terjadi mengingat bantal sering kali merekat pada wajah Anda (yang belum tentu bersih) sepanjang malam. Berikut ini sebagian alasan kenapa bantal Anda perlu seketika dipensiunkan dan menggantinya dengan yang baru.

1. Pemicu jerawat

Penyebab jerawat memang banyak, melainkan siapa sangka sekiranya bantal juga dapat jadi salah satu penyebabnya. Anda dapat terpapar kuman penyebab jerawat saat kerap merekatkan kulit wajah ke benda yang kumal, termasuk bantal. Bantal yang telah diaplikasikan bertahun-tahun ialah daerah berkumpulnya debu, minyak, kulit mati, peluh, sisa-sisa make up, malahan air liur. Itu sebabnya bantal juga sepatutnya dicuci. Kalau Anda rentan berjerawat, para spesialis menganjurkan untuk mencuci sarung bantal sebagian kali dalam seminggu.

2. Sarang tungau

Lazimnya banyak orang berpendapat sekiranya selama bantal masih sedap diaplikasikan, karenanya tak akan diganti. Namun hati-hati bantal yang telah bertahun-tahun diaplikasikan lazimnya ‘menaruh’ makhluk-makhluk mikroskopis yang dapat jadi pemicu alergi. Makhluk kecil dan berkaki delapan alias tungau ini memang terlalu kecil untuk dipandang dengan mata telanjang. Walaupun di komponen luar bantal tampak masih baik, siapa sangka sekiranya di dalamnya terdapat sarang tungau dan kuman.

Hakekatnya tungau tak membawa penyakit. Akan namun enzim di kotoran tungaulah yang dapat membikin sebagian orang alergi. Pada orang yang mempunyai asma, ketidakhadiran tungau ini dapat membikin gejala asmanya lebih buruk. Kecuali itu, jika Anda mengalami pilek berkepanjangan, batuk yang terus-menerus, maupun mata gatal dan basah dapat jadi itu sebab tungau dan kotorannya yang merekat di bantal. Sebab itu sekiranya pilek atau batuk Anda tak sembuh-sembuh, cobalah dahulu mengganti bantal Anda.

3. Bikin leher pegal sebab “salah bantal”

Format bantal yang telah diaplikasikan terlalu lama akan lapuk dan mengempis sehingga tak nyaman untuk diaplikasikan. Pada walhasil, inilah yang kerap menyebabkan Anda mengeluh sakit-sakit di leher dan bahu sebab “salah bantal”. Pasalnya leher dan kepala Anda semalaman tak tersangga dengan bagus. Jadi, sekiranya bantal Anda telah kempes relakan saja untuk diganti yang baru.

Idealnya, wajib seberapa kerap ganti bantal?

Tradisi yang kerap dikerjakan banyak orang yakni cuma rutin mencuci sarung bantal ataupun seprainya saja. Sedangkan, seperti halnya sarungnya, bantal tidur juga perlu dicuci rutin. Bantal yang terbuat dari bahan sintetis bisa dicuci dengan mengaplikasikan mesin cuci. Jangan lupa pastikan sekiranya bantal tidur yang Anda cuci dibilas hingga bersih supaya tak ada detergen yang tersisa. Tapi, untuk bantal yang terbuat dari bulu, Anda dapat mencucinya di laundry dan meminta di-dry clean.

Berdasarkan National Sleep Foundation, jika Anda termasuk orang yang mempunyai alergi dengan debu atau tungau, karenanya bantal sebaiknya diganti tiap enam bulan sekali.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *