6 Pertimbangan Saat Memilih Mainan untuk Anak

  • Whatsapp
6-Pertimbangan-Saat-Memilih-Mainan-untuk-Anak
Foto dari Canva Pro

Banyak sekali mainan anak yang bisa ditemui di pasaran. Salah satu mainan favorit anak-anak saat ini adalah lego. Bagaimana tanggapan Anda sebagai orangtua terhadap mainan tersebut? Orangtua harus bijaksana dalam memilih mainan bagi buah hati. Mainan harus menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak dan memberi nilai-nilai edukasi.

Memilih Mainan untuk Anak

Kegiatan paling efektif bagi anak-anak adalah belajar sambil bermain. Mainan bagi anak menjadi salah satu sarana dan media utama bagi kegiatan tersebut. Namun, Anda masih merasa bingung saat hendak memilih mainan bagi anak? Tak perlu khawatir karena ada beberapa pertimbangan berikut yang dapat membantu Anda.

1. Memiliki Unsur Edukatif

Mainan yang baik yakni dapat meningkatkan keaktifan anak, mengembangkan imajinasi dan membantu anak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik.

Selain itu mainan juga harus memiliki unsur edukatif, artinya adalah dapat secara spesifik mengembangkan satu keterampilan anak. Seperti permainan yang khusus untuk melatih keterampilan motorik atau fokus pada kemampuan sensorik tubuh.

2. Sesuai dengan usia

Pengguna mainan adalah anak-anak. Jadi, orangtua harus melihat kebutuhan dan kesenangan anak sesuai dengan usianya. Usahakan memilih mainan yang cocok dengan umur anak karena akan mengoptimalkan kemampuan dan pemahaman anak.

Misalnya untuk anak usia 4-5 tahun dapat dikenalkan dan dibelikan permainan lego. Pada usia tersebut kemampuan motorik anak dapat berkembang dengan pesat, sehingga akan terbantu dengan permainan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

3. Kualitas mainan

Sebelum membeli atau memilih mainan, orangtua disarankan untuk melihat kualitasnya terlebih dahulu. Pastikan kualitas bahannya tidak berbahaya, seperti tajam dan dapat melukai buah hati.

Selain itu, hindari mainan dengan kandungan bahan kimia seperti bau cat yang menyengat dan plastik berkualitas buruk. Mainan dengan kualitas tinggi akan berpeluang lebih awet daripada berkualitas rendah.

4. Disukai anak

Seringkali orangtua melupakan bahwa anak juga dapat menyukai atau tidak suka terhadap suatu mainan. Akan menjadi sia-sia jika mainan yang Anda belikan tidak disukai dan tidak menarik minat anak. Jadi, sebaiknya orangtua selalu bertanya kepada buah hati tentang keinginan mainan kesukaannya. Tapi, Anda juga berkewajiban memberikan penjelasan dan informasi terkait mainan yang disukai si kecil.

5. Tahan lama

Memilih mainan yang dapat bertahan lama akan membuat pengeluaran untuk si kecil lebih irit. Contoh mainan yang bertahan cukup lama adalah berbahan kayu, bola, papan gambar, alat-alat kerajinan dan peralatan memasak.

Orangtua juga disarankan untuk mendampingi si kecil saat bermain agar dapat mengajari cara menjaga dan merawat mainan. Arahan dan dampingan dari orangtua dapat membantu anak menjaga mainan miliknya.

6. Mendukung kreativitas dan aktivitas fisik anak

Kreativitas dan aktivitas fisik anak menjadi hal yang penting untuk diprioritaskan orangtua. Salah satu cara untuk meningkatkan dua kemampuan tersebut adalah dengan memilih mainan yang sesuai.

Orangtua harus memahami kebutuhan kreativitas anak sehingga dapat memahami mainan yang dapat mendukung imajinasinya. Selain itu, orangtua juga harus mengenal aktivitas fisik sang buah hati agar tidak salah membelikan mainan.

Sebaiknya saat ini Anda mulai mengamati mainan milik buah hati, apakah sudah sesuai dengan 6 pertimbangan di atas? Usahakan mainan yang Anda pilih bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi anak. Apabila Anda masih bingung dan membutuhkan saran mainan yang cocok bagi Anak, lego dapat menjadi pilihannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *